Info Kampus
Sosial Media

Awards
BERITA

PENGUSUTAN TEROR BOM LEWAT WEBSITE; Diserahkan Sepenuhnya Pihak Kepolisian

23 Maret 2007. Diposting oleh
YOGYA (KR) - Anak Perusahaan Amikom Yogyakarta, Time Exellindo saat ini dalam penyelidikan pihak kepolisian, karena memiliki data lengkap siapa saja yang mengakses jaringan internet pada waktu itu, terkait teror bom yang dikirimkan ke website Pemprop DIY. Data tersebut juga sudah diserahkan kepada pihak berwajib.

”Artinya, sekarang sudah dalam penyelidikan polisi. Termasuk adanya telepon gelap dan misterius yang masuk ke kami, itu sekarang sudah kami serahkan ke pihak kepolisian. Hasilnya bagaimana saya tidak tahu, saya tidak akan banyak komentar sebelum ada keterangan resmi dari kepolisian,” ungkap Ketua Amikom Yogyakarta Drs Suyanto MM kepada KR, Kamis (22/3), menanggapi kasus teror bom lewat website Pemprop DIY yang dikirim dari sebuah komputer salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Ring Road Utara Yogyakarta.

Menurut Suyanto, mungkin memang ada oknum-oknum yang sengaja memanfaatkan IT untuk hal itu. Bisa jadi anak-anak iseng, bisa pula dari orang dalam atau orang luar, pihaknya belum tahu pasti. Tetapi Suyanto juga menambahkan kalau pihaknya terus mewaspadai hal tersebut dan menyerahkan pengamanannya kepada polisi. Sebab cara inilah yang paling aman dan tepat untuk mengantisipasi teror-teror seperti itu.

Diakui Suyanto, hal seperti itu memang sulit, karena sebenarnya tempat yang digunakan untuk mengakses adalah anak perusahaan Amikom, Time Exellindo yang jelas memiliki banyak IT untuk disewakan. Jadi bukan Amikom langsung.

”Meski data-data yang mengakses waktu itu bisa ditangkap dan terekam kemudian diketahui IT mana yang dipakai, tetapi masih sulit diketahui siapa pelakunya, apalagi yang mengakses banyak sekali. Kendati demikian, hal ini tidak sampai mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di Amikom, semua tetap berjalan normal,” kata Suyanto.

Ketua Umum Keluarga Public Relations (K-Purel) Yogyakarta Deddy Pranowo Eryono mendesak kepada aparat keamanan di DIY untuk bisa menyikapi dan menjelaskan tentang ancaman teror bom lewat website Pemprop DIY tersebut. Dengan demikian, masyarakat terutama wisatawan tidak resah.

Sedang Kepala Kantor Humas dan Kerjasama UAJY Ike Devi mengatakan, adanya berita ancaman teror melalui website Pemprop DIY yang dikirim dari komputer kampus, menjadikan Kampus UAJY lebih berhati-hati dalam penggunaan layanan internet. Meski begitu, UAJY juga tidak mau terpengaruh isu tersebut.

”Tim sekuriti selalu disiagakan. Kami tidak begitu cemas adanya kasus seperti itu,” kata Ike Devi.

Menurutnya, adanya ancamam teror melalui situs resmi sudah cukup memprihatinkan. Karena itu, untuk mengantisipasi kemungkinan penggunaan layanan situs komputer kampus untuk tindak kejahatan, pihaknya menerapkan sistem kendali jaringan secara ketat di Kantor Humas dan Kerjasama.

Dikatakan, layanan website atau teknologi canggih mana pun sebagai media interaktif publik, memang tergolong rawan untuk berbuat yang tidak baik. Apalagi jika penggunaannya bebas dan tak terkontrol, menjadikan sarana ini paling mudah untuk berbuat sesukanya secara leluasa.
Sumber : KR/23/03/07
Bookmark and Share Download berita PDF


"));